May 22 2008
malam ini aku tak sanggup berkata-kata lagi
*wordless*
May 22 2008
May 22 2008
May 22 2008
bisakah kau sekali ini saja bersikap ndableg?
ya, ndableg.
stubborn.
butthead.
cuek.
EGP.
just say ‘whatever!”
May 22 2008
May 22 2008
kutunggu kamu di gerbang sekolah
maukah kamu mengantarku pulang
aduh senangnya jalan kaki
bersama kamu….
May 22 2008
obat itu ada efek sampingnya, bahan kimia, sebenarnya obat adalah racun! minum jamu saja, alami, tanpa efek samping!
WRONG! apa sih yang dimaksud bahan kimia? seluruh isi dunia ini adalah bahan kimia, terdiri dari berbagai unsur dan senyawa. yang netral, yang berguna, yang berbahaya…
air itu susunan kimianya H2O, atau garam dapur NaCl, atau asam cuka CH3COOH atau segala gula CnH2nOn…..
dan obat adalah zat yang diketahui dengan pasti unsur dan senyawa penyusunnya, sehingga bisa diramalkan reaksinya bila ketemu zat ini atau itu, dan apa ‘efek samping’nya, sehingga bisa diantisipasi agar tidak terjadi, atau terjadi seminimal mungkin.
dan jamu? jamu juga punya susunan bahan kimia yang belum ketahuan apa, meski dipercaya manjur untuk ini dan itu. karenanya tidak bisa diramalkan jika dia bereaksi dengan unsur lain, dan karena itu tidak ketahuan apa efek sampingnya. malah medeni.
*tahukah bahwa makan udang bersamaan dengan vitamin C bisa menghasilkan arsenik dalam tubuh kita?*
May 22 2008
aku datang paling pagi, daftar paling duluan, dan harusnya antrian pertama.
aku duduk agak jauh dari pintu ruang periksa, lebih deket ke tv, nonton siaran ulang bal-balan tadi malam.
mbak perawat memanggil namaku, aku berdiri, tapi seorang ibu lebih dulu masuk ke ruang periksa. aku berdiri di dekat pintu untuk meyakinkan siapa yang dipanggil. kudengar dokter menyebut ‘latree’, dan si ibu itu mengangguk.
baru kali ini aku menemui orang yang bernama sama denganku, baru kali ini.
ibu ‘latree’ keluar, dan mbak perawat memanggil ‘ibu lastri’
….
kuping siapa yang slenco?
*hanya untuk memastikan dok, itu medical record saya apa ibu lastri?*
May 22 2008
beri aku enam butir pil, akan kutelan sekaligus, cukup dengan seteguk dua teguk air.
beri aku jamu, seteguk saja, cukup untuk membuatku munt**