May
21
2008
tenang di kuping (anak-anak ga berisik)
tenang di hati (barusan ada yang ngasih duit)
tenang di perut (udah makan)
tenang di kepala (padahal kerjaan besok pagi udah menunggu, duh!)
semoga tenang di mata (tidur lelap.. zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz)
selamat malam semua…
sampai jumpa esok hari…
Berbagi
May
21
2008
kasir: dua puluh satu ribu (di layar monitor terbaca: 20.995).
aku angsurkan 21.000 persis. si kasir memberikan struk dan barangnya padaku
kasir: terima kasih sudah berbelanja. silakan datang kembali
loh, bukankah harusnya masih susuk 5 rupiah? ya udah deh… ikhlasin.
***
kasir: semuanya dua ratus enampuluh ribu sepuluh rupiah (di layar monitor terbaca 260.010)
kuangsurkan 260.000, persis.
kasir: ada seratus rupiah bu?
aku: gak ada mbak, adanya lima ribuan.
kasir: lima ribuan ga papa.
sesaat kemudian…
kasir: kembalinya empat ribu sembilan ratus rupiah (sambil mengulurkan kemablian dan struk belanja) terima kasih telah berbelanja, silakan datang kembali…
hey, bukannya aku masih berhak kembalian 90 rupiah?
*bayangkan, berapa bathi ‘ga resmi’ toko ini jika pelanggannya yang berjumlah ribuan meninggalkan ’susuk ganjilan‘ antara 5 hingga 95 rupiah?*
Berbagi
May
21
2008
SMS.
me: o… ini nomormu to… (La)
ju: maaf… Latree siapa ya?
*plis deh. jelas-jelas aku ga nyebutin nama itu…*
me: halah!
ju: o…. Latree Halah.. salam kenal ya mbak….
*wong edian…*
Berbagi
May
21
2008
yet still I want to touch you
I want to see us together
but you know it will never happen.
*I’ve been where this narrator is. You’re better off to seek someone else, no matter how hard it is to let go.*
Berbagi
May
21
2008
bisakah ibu buatkan lagi satu untukku
seperti tiga puluh tiga tahun yang lalu?
Berbagi
May
21
2008
ntah ke mana ia melangkah
karena aku tak lagi berpijak
aku melayang
terombang-ambing
menunggu waktunya
terhempas
Berbagi
May
21
2008
tell me
because I know
it will break me down
into pieces.
Berbagi
May
21
2008
I could live a day
without you?
Berbagi