May 09 2008

think positif

Published by latree at 6:33 am under serius, takut

tentang hakikat kehidupan
apa peran kita dalam hidup
tentang hakikat kematian

pasrah dan ikhlas pada satu kepastian

6 Responses to “think positif”

  1. venuson 09 May 2008 at 7:30 am

    setuju :D

    ikhlas aja lah…

  2. Princeon 09 May 2008 at 1:02 pm

    Empat tanda orang ikhlas :

    - membersihkan hatinya,
    - menggerakkan tubuhnya dengan tulus,
    - membagikan kebaikannya dan
    - menahan keburukannya
    (Nabi Saaw - Wahjul Balaghah, hal 154)

    seorang teman : kupasrahkan semuanya kepada-Nya…
    seorang teman yg lain: maksudmu kau hendak berlepas tangan atas perbuatanmu ?
    seorang teman : semua sudah ditetapkan, kita hanya bisa menjalani takdir kita, pasrah adalah puncak penghambaan kepada-Nya
    seorang teman yg lain: kau juga hendak mengatakan Tuhan terbelenggu oleh takdir-Nya sendiri ?
    seorang teman : maksudmu ??
    seorang teman yg lain: hidup adalah berpindah dari satu takdir ke takdir yg lain, dan upaya manusia berada di antaranya
    seorang teman : memilih takdir kita sendiri ? mungkinkah ???
    seorang teman yg lain: semungkin Tuhan menghapus dan membiarkan tetap berlaku takdir yang sudah Dia tetapkan *smile*

    aku : ………………… *headache*

  3. Princeon 09 May 2008 at 6:02 pm

    +++ = seorang teman
    — = seorang teman yg lain

    +++ : kawan… kawan… tunggu dulu *menggamit lengan*
    — : *smile*
    +++ : bagaimana jika kita hanya selalu kembali ke takdir yang sama ?
    — : tetap saja itu artinya kau berpindah dari satu takdir ke takdir yang lain
    +++ : bagaimana jika kita tak bisa meraih takdir yang kita inginkan ?
    — : Tuhan itu dokter. Ketentuannya yg baik bagimu belum tentu baik bagi orang lain (dan sebaliknya) - Nabi Saaw, Nahjul Fashahah 717
    +++ : bagaimana dg doa ?
    — : doa adalah bagian dari upaya manusia, upaya yg immaterial, tak kasat mata, tapi kadang justru bisa membuatmu berpindah ke takdir yang kau inginkan. Setiap doa didengar oleh-Nya, setiap doa dikabulkan oleh-Nya, hanya saja Dia punya cara tersendiri untuk menjawabnya dan kadang kita tak bisa menterjemahkannya.
    +++ : *terpekur*

    xxx = aku

    xxx : *headache*

  4. Princeon 09 May 2008 at 9:41 pm

    +++ = seorang teman
    xxx = seorang teman yg lain

    +++ = tunggu… jangan pergi dulu… ajarkan aku sebuah doa
    xxx = *menghela nafas panjang… mengangkat kedua tangan*

    Ilahiy,
    Penderitaanku tak terobati kecuali dengan anugerah dan kasih sayang-Mu
    Kemiskinanku tak terkayakan kecuali dengan kasih dan kebaikan-Mu
    Rasa takutku tak tertenangkan kecuali dengan keamanan dari-Mu
    Kehinaanku tak termuliakan kecuali dengan kekuasaan-Mu
    Cita-citaku tak terwujud kecuali dengan anugerah-Mu
    Keinginanku tak terpenuhi kecuali dengan karunia-Mu
    Keperluanku tak ada yang mencukupinya selain-Mu
    Kemalanganku tak teratasi kecuali dengan rahmat-Mu
    Penderitaanku tak hilang kecuali dengan kasih sayang-Mu
    Rasa hausku tak terpuaskan kecuali dengan pertemuan dengan-Mu
    Rasa kecewaku tak terpadamkan kecuali dengan perjumpaan dengan-Mu
    Rasa rinduku tak terobati kecuali dengan memandang kebesaran-Mu
    Kedamaianku tak tercapai kecuali dengan mendekati-Mu
    Kesengsaraanku tak hilang kecuali dengan karunia-Mu
    Penyakitku tak dapat diobati kecuali dengan penawar-Mu
    Kegelisahanku tak dapat dihilangkan kecuali dengan mendekati-Mu
    Lukaku tak dapat disembuhkan kecuali dengan ampunan-Mu
    Noda hatiku tak akan sirna kecuali dengan maaf-Mu
    Rasa waswasku takkan hilang kecuali dengan perintah-Mu

    Wahai Puncak Pencarian para pencari
    Wahai Tujuan para peminta
    Wahai Kekasih orang-orang yang saleh
    Wahai Pelindung orang-orang yang takut
    Wahai Yang Mengabulkan doa orang-orang yang terdesak
    Wahai Tumpuan orang-orang yang papa
    Wahai Perbendaharaan orang-orang yang sengsara
    Wahai Perlindungan para pencari pertolongan
    Wahai Pemenuh hajat kaum fakir dan miskin
    Wahai Yang Maha Pemurah di antara yang pemurah
    Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang pengasih

    Pada-Mu aku merendah dan memohon
    Pada-Mu jua aku tunduk dan meminta
    Aku memohon kepada-Mu agar Kau beri aku bagian dari ridha-Mu
    Inilah aku yang sedang berdiri di pintu kedermawanan-Mu
    Mengharap hadiah kebaikan-Mu
    Bergantung pada tali-Mu yang kuat dan berpegang pada ikatan-Mu yang kokoh

    Ilahiy,
    sayangilah hamba-Mu yang hina ini
    Yang kelu lidahnya dan sedikit amalnya
    Berilah ia anugerah-Mu yang melimpah
    Lindungilah ia di bawah lindungan-Mu yang teduh
    Wahai Yang Maha Pemurah
    Wahai Yang Maha Indah
    Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

    (doa Imam Ali Zainal Abidin - cucu baginda Nabi Saaw)

    @@@ = aku

    @@@ : *tafakkur*

  5. Princeon 10 May 2008 at 9:43 pm

    ttt : aku bukan pendoa yang baik *muram*
    bbb : Tuhan hanya satu… bagi pendoa yang baik maupun yang kurang baik
    ttt : betul juga kau *cheer-up*
    bbb : dan kenapa kau tak memilih takdirmu untuk menjadi pendoa yang baik ?
    ttt : tell me… *menyimak*
    bbb :

    1- Berdoalah dengan hati yang khusyu,
    bukan hanya dengan komat-kamit mulutnya sementara hatinya tersibukkan dengan urusan dunia. Imam Ja’far As-Shadiq

    (cucu baginda Nabi Saaw) berkata, “Sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla tidak mengabulkan doa seseorang yang hatinya

    lalai. Jika engkau berdoa, maka hadirkan hatimu, kemudian yakinlah bahwa doamu akan terkabul”

    2- Memuji-Nya.
    Sebaiknya memulai doa dengan ungkapan-ungkapan yang mengandung pujian, sanjungan dan pengagungan kepada Alloh Swt

    serta mengingat-ingat kembali nikmat-nikmat-Nya

    3- Memulai dan mengakhiri doa dengan shalawat.
    Imam Ja’far Ash-Shadiq meriwayatkan, “Doa tertahan hingga seseorang bershalawat kepada Muhammad dan keluarga

    Muhammad”.

    Kau pernah dengar kisah Adam diampuni oleh Alloh setelah melakukan kesalahan ?

    ttt : Iya
    bbb : Kau pernah dengar kisah Ibrahim tak terbakar dalam kobaran api ?
    ttt : Sure
    bbb : Kau pernah dengar kisah Musa membelah lautan dg pukulan tongkatnya ? Isa menghidupkan orang mati ?
    ttt : Tentu, itu kisah-kisah yang populer… kenapa ?
    bbb : Mereka melakukannya dengan bershalawat kepada Nabi dan keluarganya!! Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu dan

    menantu Nabi, bahkan pernah mendemonstrasikan merubah batu menjadi emas dan menjadi batu kembali ketika mengajarkan

    kemuliaan shalawat kepada para sahabatnya.
    ttt : Kau membukakan mataku yang buta selama ini. Beritahu aku lebih banyak lagi, kawan…
    bbb :

    4- Berprasangka baik kepada Alloh Swt.
    Yakinlah bahwa doa akan dikabulkan oleh Alloh Swt sebagaimana sabda Nabi Saaw, “Berdoalah kalian kepada Alloh dalam

    keadaan yakin akan ijabah-Nya.”

    5- Tidak berkeluh kesah.
    Jangan pernah berkeluh kesah saat doa tidak segera dikabulkan. Sebab kata Nabi Saaw, “Tidak ada seorang mukmin yang

    berdoa kecuali akan dikabulkan, yang bisa saja akan disegerakan di dunia atau ditunda di akhirat atau dosanya akan

    diampuni karena sekadar doanya.”

    6- Tidak meminta kepada selain Alloh Swt
    7- Ikhlas dan merendahkan diri dalam berdoa
    8- Tidak meremehkan doa apapun
    9- Menengadahkan tangan

    10- Selalu ingat kepada Alloh Swt.
    Hendaknya kita selalu mengingat Alloh dalam keadaan lapang, sehingga Alloh mengingat kita dalam keadaan sempit.

    11- Mendahulukan doa untuk orang lain sebelum doa untuk diri sendiri
    Imam Ja’far Ash-Shadiq meriwayatkan hadis yang berbunyi, “Barang siapa mendoakan empat puluh orang mukmin kemudian

    ia berdoa (untuk dirinya sendiri), maka doanya akan dikabulkan.”

    12- Berdoa secara berjamaah (bersama-sama)
    Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata, “Tiadalah sekelompok manusia yang terdiri dari empat puluh orang lalu mereka berdoa

    kepada Alloh Azza wa Jalla dalam suatu urusan kecuali doa mereka akan dikabulkan.”

    13- Menyebutkan hajat.
    Imam Ja’far Ash-Shadiq mengatakan, “Sesungguhnya Alloh Swt mengetahui apa yang diinginkan hamba-Nya dalam doanya,

    namun Dia suka bila hamba-Nya itu meyebutkan keperluannya di hadapan-Nya. Karena itu jika engkau berdoa, sebutlah

    hajatmu.”

    (Dikutip dari kitab Ash-Shahifah ash-Shadiqiyyah)

  6. Princeon 11 May 2008 at 6:08 pm

    ggg = aku
    bbb = seorang teman
    ppp = seorang teman yang lain

    bbb : Kawan, bukankah tak semua takdir bisa diubah ?
    ppp : Betul, bahkan tak satupun yang bisa diubah *smile*
    bbb: Eh ?? Kok kau jadi gak nyambung dengan perkataanmu sebelumnya ??
    ppp : Kita tak bisa mengubah takdir, kita hanya bisa memilih, hanya Tuhan yang bisa mengubahnya
    bbb : Bagaimana dengan kematian ? Bukankah dikatakan semenjak ditiupkan ruh seorang manusia sudah ditetapkan hidup, mati, jodoh, rejeki, surga dan nerakanya ?
    ppp : *menghela nafas*… Pada hakekatnya takdir ada dua jenis, yang tak bisa kau pilih karena Tuhan menghendaki demikian, tapi ada takdir yang kita bisa memilihnya dengan upaya dan doa dan tentu saja Tuhan juga menghendakinya.
    bbb : Apa menurutmu yang tak bisa diubah?
    ppp : banyak, Muhammad bin Abdillah adalah Rasulullah misalnya, kau tak bisa memilih si Amat anaknya kang Dullah jadi Rasulullah *smile*
    bbb : Tentu saja *nyengir*
    ppp : matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, apapun di bumi ini yang kau lempar ke atas pasti jatuh jika tak ada yang menghalanginya, Ka’bah berada di kota Mekkah, bahwa kau terlahir lelaki, Nabi Isa tak mempunyai ayah, dan masih banyak lagi
    bbb : hmm… mulai agak jelas penuturanmu… tapi tunggu dulu, bagaimana dengan kematian ?
    ppp : kematian adalah contoh paling menarik tentang takdir, kau tak bisa memilih untuk tidak mati, tapi kau bisa memilih bagaimana kau mati, seperti halnya kau tak bisa memilih untuk tidak dihidupkan, tapi kau bisa memillih bagaimana kau hidup
    bbb : lantas bagaimana dengan jodoh, rejeki, surga dan neraka ?
    ppp : aku bahkan tak mempercayainya *smile*
    bbb : Hah ??
    ppp : Maksudku aku tak percaya itu semua adalah takdir yang tak bisa dipilih. Tidakkah kau merasa aneh, tidakkah kau pikir ada yang janggal dengan doktrin yang kadang sering dipaksakan untuk kita terima itu ?
    Kau percaya Tuhan sebengis itu ? Tanpa keadilan membelenggu manusia dan menjebloskannya ke suatu pilihan yang tak dikehendakinya, masuk neraka misalnya ? Bukankah Dia Sang Maha Adil ?
    bbb : Tapi kawan bukankah itu telah diriwayatkan secara sahih, bahkan konon kitab yang meriwayatkannya diklaim sebagai kitab tersahih setelah Al-Qur’an ???
    ppp : Aku lebih mempercayai yang lebih sahih darinya, yang ditulis oleh Kalam-Nya, yang telah dipastikan oleh-Nya tak akan ada perubahan di dalamnya dan tak ada campur tangan manusia di dalamnya, bahwa jelas-jelas dinyatakan Alloh tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Kau bisa membacanya dalam Al-Baqarah:286.
    Dan ketika kita memilih takdir maka Alloh menghapus apa yang dikehendaki-Nya dan menetapkan (apa yang dikehendaki-Nya) dan di sisi-Nya lah terdapat Ummul Kitab atau Lauhil Mahfudz seperti termaktub dalam Ar-Rad:39.
    Mudah bagi-Nya untuk menghapus takdir dan menetapkan suatu takdir baru, membiarkan kita memilih yang memang Dia kehendaki bisa dipilih.
    bbb : Kau rada aneh… tapi apa yang kau katakan masuk akal.. *termangu*
    ppp : Tidakkah kau sadari kawan, betapa kesalah kaprahan pemahaman seperti ini telah membuat kita seringkali tanpa sadar menyalahkan Tuhan, setiap ada yang tak sesuai dengan harapan maka kita mulai ‘teriak’ protes kepada Tuhan ? Bahkan ketika kita melakukan maksiat pun kita masih mempertanyakannya kepada Tuhan, “Tuhan kenapa Kau biarkan ini terjadi?”, bukannya bertaubat tapi malah berlepas diri dari kesalahan yang kita lakukan. Ketika seseorang ng memilih pasangan hidup yang jelas-jelas akan menjerumuskannya ke dalam kehinaan di mata Tuhan kita masih bilang “sudah jodohnya, Tuhan yang pilihkan”.
    Tuhan Maha Adil kawan… Dia adalah Sang Hakim di hari pembalasan kelak, hari di mana tak ada satupun celah bagi kita untuk mengelak dari tanggung jawab atas semua perbuatan kita.
    Dia bukan seperti kita yang lemah dan membuat hukum yang bisa diprotes “Kau yang menetapkannya, aku tak berdaya kecuali melakukannya, jangan salahkan aku”

    ggg : itu sama aja bilang, “Tuhan, hukum lah diri-Mu sendiri”… *megangin kepala*
    bbb : Eh, tumben kau pake nyahut segala
    ppp : Wah, rupanya kawan kita yang satu ini mengikuti pembicaraan kita ini pula *smile*
    ggg : Halah, mana nyambung otakku… bagiku pembicaraan kalian terlalu abu-abu… semakin kudengar semakin sakit kepalaku…. *headache*

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply